Temen Tapi Demen? Kenapa Enggak Kalau Sampai Nikah?

Temen Tapi Demen? Kenapa Enggak Kalau Sampai Nikah?

Menyambut film #TemanTapiMenikah, isu menikah dengan teman sendiri kian meningkat yang bikin mikir temen yang mana ya yang cocok diajak nikah sambil dengerin lagu Jason Mraz feat Colbie Calliat yang berjudul Lucky. Sebenernya, kok bisa sih demen sama temen sendiri? Ya simplenya karena sepasang manusia yang memutuskan menikah berarti sudah saling yakin, cocok dan siap lahir batin menjalani seluruh fase kehidupan bersama-sama. Nah, untuk ke tahap yakin ini butuh proses karena sesuai quote “what come easy wont last long and what last long doesnt come easy”. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam fase ini, salah satunya dalam memilih pasangan. Proses yang lama ini yang memicu orang-orang untuk lebih memilih teman sendiri dibanding dengan orang baru yang secara proses membutuhkan waktu pengenalan yang lebih lama. Because, diving into someone mind and soul will never be as easy as praising their appearance, right?

Nah berikut, tim kapan kamu nikah sudah melakukan survey kenapa menikah dengan temen sendiri bisa jadi pilihan kamu, yuk disimak.

(1) Mengenang masa-masa saat berteman

Mungkin ini ampuh ya misal lagi berantem terus mengenang masa lalu ternyata bisa survive sejauh ini eh enggak jadi berantem deh, karena balik sayang lagi.

Sama banget nih kayak @salmazizah25: Kupikir jika nanti aku bisa menikah dengan temanku sendiri, aku dan dia ku bisa kembali mengenang cerita-cerita indah saat berteman dengan diayang tak akn bisa kuceritaakn jika aku menikah dengan orang lain

(2) Partner in everything

Pertemanan terbentuk dari banyak kesamaan. Nah, menikah dengan temen sendiri tentu bukan menjadi ketakutan untuk melakukan hal-hal yang kamu suka, malah kamu bisa melakukannya bersama-sama, lho!

Sama seperti menurut, @assyifa_25: Karena menikah soal kompromi, masing-masing harus sudah akrab satu sama lain, tahu kebaikan/kejelekan dan berdamai dengan itu. Apalagi kalau orangnya asik banget buat diajak travelling, punya kesamaan humor, dan seru pas ngobrolin masa lalu. Kayaknya enak aja menua bareng temen sendiri. Kalau pilihannya nikah sama orang yang udah dikenal baik atau total stranger, ya bakal milih temen sendiri. Karena pernah ngerasain loncat circle dan ngerasa gak nyaman.

(3) Adaptasi

Yap. Adaptasi merupakan proses yang dilakukan pasangan untuk menyatukan visi dan misi, pola pikir, kesamaan dan ketidaksamaan. Tentu ini adalah proses yang lebih mudah untuk pasangan yang menikah dengan teman sendiri karena proses adaptasi dasar sudah dilakukan saat berteman. Simply, itu dapat mengganti waktu yang seharusnya untuk adaptasi awal menjadi pemahaman satu sama lain yang lebih mendalami satu sama lain.

Persis banget kayak @vickynurardiantoPandanganku karna mungkin banyak keuntungan dari sisi kita adaptasi. Hal pertama setelah nikh munkin seseorang ga bakal jauh dari hal adaptasi, karna adaptasi itu pondasi. Adaptasi dengan temen sendiri akan jauh lebih cepat ketimbang sam orang yang emang deket tapi hanya beberap bulan atau mungkin bisa setahun, tapi kalo temen? temen bisa berhubungan sama kita bertahun-tahun lamanya

(4) Restu dari orang tua dan teman-teman lebih mudah

Pertemanan tentu tidak terjalin hanya dalam beberapa hari saja, proses yang panjang tentu melibatkan diri kita untuk juga menjalin hubungan dengan keluarga teman kita dan inner circlenya. Restu menjadi hal sakral lainnya saat kamu menuju tahap yang lebih serius. Pengenalan sejak awal juga dapat mempermudah mendapatkan restu dari orang-orang terdekat dan ini poin plus buat kamu yang menikah dengan teman sendiri. Katanya, restu adalah proses paling mendebarkan, lho!

Kalau kata @aamdemasariyang pastinya dapet restu dari temen-temen yang lain dan kalau sering curhat sama ortu pasti ortunya juga gak asing sama orangnya

Nah kalo kata @atikawahyugirini: aku orang yang percaya kalau keluarga punya pengaruh besar untuk sampai pada tahap yakin kaalu “oke, he is the real one”. Bisa jadi karena sifatnya yang mirip anggota keluarga atau sifatnya sesuai sama ajaran-ajaran, budaya dan norma yang dianut keluarga yang pastinya berpengaruh juga ke pembentukan pribadi tiap individu. Nah yang biasanya kayak gitu it ya temen sendiri.

bj-habibie-dan-ainun_20170818_094333
Eyang habibie dan bu Ainun juga sudah berteman sejak SMA, lho! Foto: Tribunnews.com

(5) Susah bosen

Kalau temenan bertahun-tahun aja tetep nyaman, apalagi menikah yang pasti akan ada tambahan bumbu-bumbu sensasi baru? Wah, pasti bakal susah bosen ya

Persis sama kata @afiiputrifMenurut aku asik aja nikah sama temen sendiri, rasanya juga sama kayak pacaran setelah nikah, yang sebelumnya interaksi sebagai temen, eh sekarang sebagai pasangan hidup. Biasanya sih bakal susah bosen dan awet rasa sayangnya karena nyaman yang ditimbulkan dari hubungan sebagai temn itu. Dan enak aja, kita ga perlu memulai sesuatu dari 0 banget karena sudah kenal satu sama lain, tapi tetep ngalemin sensasi orang-orang yang baru pacarannya setelah nikah.

(6) Lebih mantap dengan konsekuensi yang ada

Selain menerima dia secara karakter, menikah juga tentang menerima segala kekurangan, comfort zone dan masa lalunya. Dengan berteman kamu sudah tau konsekuensi itu dan pertimbangan yang ada sehingga lebih mantap deh kalau mau lanjut.

Nah banyak banget nih yang jadiin ini alasan mereka, seperti @anandata26: karena udah tau seluk beluknya dan yang pasti kalo temen sendiri ntar kalo dia macam macam ada yang ngelapor gitu deh

Kalo kata @governmood: kalo sama temen sendiri sudah mengerti sifat watak jadi kalo mau ada kesempatan bisa nerima atau engga, kalo sama orang yang baru dikenal itu harus ngenal dari awal lagi trus buat kenalnya juga butuh waktu yang sama aja sih ujung-ujungnya berteman dulu. Sama kayak menurut @mhammadwafiq: karena butuh waktu lagi menyusaikan diri. Akan ada titik dimana dia punya masa lalu yang bakal kebuka yang bakal mempengaruhi hubungan kita nantinya.

(7) Mengurangi rasa canggung

Kebayang kan gimana canggungnya menikah dengan orang-orang baru, nah menikah dengan teman sendiri bisa mengurangi rasa itu. Ya anggap saja seperti berteman dan sedang berpetualang dengan hal-hal baru.

Kalo kata @ikhyaukhtnsyh: Jadi kalo nikah sama temen sendiri itu secara tidak langsung kita bisa tau sifat dia, kebiasaan dia, da orangnya gimanaitu kita bisa start untuk kenal lebih awal. Terus kadang kalo nikah sama temen itu gaada rasa canggung gitu.

Nah, itu tadi kelebihan kenapa menikah dengan teman sendiri bisa jadi pilihan kamu buat kamu yang temen tapi demen. Tapi untuk kamu yang merasa tidak cocok dengan kelebihan diatas, kamu bisa baca di artikel “Teman Tapi Menikah? Aduh Engak, Deh!” untuk pertimbangan menikah dengan orang-orang yang ada di luar inner circle kamu, lho.

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *