Sampai Sekarang Saya Masih Jomblo, Kenapa Ya?

Sampai Sekarang Saya Masih Jomblo, Kenapa Ya?

Banyak yang mempertanyakan sampai sekarang saya masih jomblo, kenapa ya? Dan bagaimana supaya didekatkan dengan jodoh. Pertanyaan ini sering muncul dari mereka yang memang sudah lama single dan belum menemukan jodohnya.Sebenarnya mereka yang bertanya “Kenapa ya sampai sekarang saya masih jomblo?” pasti sebelumnya sudah berusaha untuk keluar dari status jomblo. Yang punya pertanyaan tersebut pasti bukan orang yang nyaman-nyaman saja dengan status jomblonya. Nah, kenapa sudah berusaha tapi masih jomblo aja? Jawabannya adalah, mungkin ada beberapa hal di bawah ini yang secara tidak sadar atau mungkin kalian sadar lakuin tapi tidak tahu kalau itu bisa berdampak ke status hubungan.

Sebenarnya, kenapa sih sampai sekarang saya masih jomblo?

Sibuk dengan urusan sendiri

sibuk
Terlalu sibuk dengan duniamu sendiri bikin jodoh enggan mendekat loh. Pict: theodysseyonline.com

Menekuni sebuah kegiatan yang disukai atau tidak disukai secara terus menerus dapat mengurangi intensitas bergaul kita dengan lingkungan. Terlalu sibuk juga tidak baik lho, hal tersebut bisa berpengaruh terhadap persoalan asmara. Banyaknya aktivitas yang diikuti setiap harinya. Baik urusan akademis ataupun non-akademis, belum lagi sibuk dengan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk serta tanggung jawab yang lain. Sehingga tidak punya banyak waktu untuk mengurusi soal pasangan.

Nggak salah kok kalau kamu mau fokus sama semua kegiatanmu itu selama kamu nyaman. Setiap orang kan punya prioritas sendiri-sendiri. Kalau saat ini kamu masih mau fokus dengan masa depan itu pilihan, tapi jika kamu sudah mulai merasa harus memperbaiki urusan asmara, setidaknya lebih peka sedikit dengan lingkungan jadi ide yang bagus. Luangkan waktu untuk bergaul dan berkenalan dengan lawan jenis. Membuka hubungan dengan orang-orang baru. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai semua kerjaan dan tanggung jawabnya keteteran ya.

Pemilih dan Terlalu Menutup Diri

Memilih
Itu pasangan apa makanan? Kok milihnya harus sesuai 4 sehat 5 sempurna Pict: acceleratingscience.com

Pernah berfikir nggak kalau sebenarnya banyak orang yang berpotensi sebagai jodoh kita sempat mendekati kita tapi kemudian pergi karena kitanya yang terlalu pemilih. Kriteria jodoh impian yang terlalu muluk-muluk juga tidak baik lho. Nanti hasilnya jika ada seseorang yang mencoba mendekati dan tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan ujung-ujungnya bakal tereliminasi. Pokoknya harus mencari kriteria pasangan yang sesuai dengan standar yang kita mau. Hal ini juga bisa menjadi salah satu jawaban dari pertanyaan “kenapa sampai sekarang saya masih jomblo”.

Tak hanya karena pemilih, sikap terlalu menutup diri juga akan bikin si doi enggan mendekati. Coba bayangin, si doi sudah nunjukin sinyal-sinyal kalau ingin berkenalan lebih jauh tapi kitanya cuek bebek aja. Baru aja mau mencoba untuk mendekat dan membuka pintu hati, tapi pintunya sudah mengunci dari dalam. Kebayang kan kalau si doi bakal langsung balik kanan dan pulang. Karena merasa sudah tidak diberi jalan, seseorang yang sebenarnya baik buat kita malah langsung mundur perlahan.

Belum move on

sampai sekarang saya masih jomblo
Galau-in mantan, masih jaman? Pict: hipwee.com

Kenapa ya, kok sampai sekarang saya masih jomblo? Ya gimana mau punya pasangan kalau yang diingat mantan terus. Setiap ada yang mendekat langsung dibandingkan dengan mantan pacar. Lagi jalan berdua yang dibahas soal mantan pacar. Oh no! Kalau masih belum move on, semua hal tentang mantan tidak akan ada yang mengalahkan, termasuk sekeras apa pun usaha seseorang untuk mendekat. Kamu bakal berat banget untuk melangkah ke depan. Apalagi kalau hatinya masih terikat sama yang sudah lalu.

Gini deh, ibarat kita harus melangkah ke depan tapi nggak mau melepas bola besi yang masih di rantai di kaki kita. Pasti bakalan susah dong buat maju ke depan. Jadi caranya adalah, yuk berhenti sejenak, tenangkan pikiran, cari kunci dan segera buka gembok rantai di kaki kita. Kemudian dengan tenang kumpulkan semangat baru untuk kembali maju. Sekarang saatnya menemukan cinta yang baru.

Move on memang bukan perkara mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Sebenarnya yang terpenting adalah mau untuk usaha. Niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya dan siap menerima cinta yang baru. Tentunya akan membutuhkan usaha keras dan waktu untuk bisa kembali berdamai dengan hati kita sendiri. Tapi kalau sudah bertekad dan punya komitmen kuat, move on pasti bisa berhasil.

Lingkungan

teman dan lingkungan
Ketika jomblo ketemu jomblo. Pict: kingofwallpapers.com

Jadi begini, kalau kamu sering bertanya kenapa ya sampai sekarang saya masih jomblo, coba kamu lihat lagi orang di lingkungan kamu, apakah kebanyakan jombo juga? Nah, kalau kamu selalu dikelilingi orang jomblo maka akan terbentuk suasanya nyaman dengan kondisi tersebut. Karena akan timbul perasaan baik-baik saja walaupun tidak punya pasangan, toh banyak temannya. Keadaan ini sebenarnya bukan menjadi suatu masalah. Bisa saja dengan punya banyak teman jomblo suatu saat bakal ada yang ‘kecantol’ dan kalian bisa jadi pasangan. Namun yang jadi masalah adalah jika para jomblo ini saling mengeluh kondisi kejombloannya tanpa usaha yang jelas untuk menemukan pasangan.

Tidak kemudian menjauhi teman yang jomblo setelah membaca artikel ini, tetapi cobalah buka pertemanan yang lebih luas tanpa mengurangi pertemanan yang ada. Positifnya adalah pergaulanmu semakin luas, lebih banyak teman dari kalangan jomblo maupun yang sudah punya pasangan, dan poin pentingnya jalan untuk dapat pasangan lebih terbuka lebar. Mendengarkan cerita dari mereka yang sudah punya pasangan nggak selamanya ngebete-in kok, kia bisa ambil pelajaran dari setiap cerita mereka. Lumayan lah bisa buat bekal buat kita nanti pas udah punya pasangan.

Punya pemikiran negatif tentang cinta

bahagia sendiri
Cinta nggak selamanya buruk kok, tergantung dari sisi mana kita melihat. Pict: wallpaperfolder.com

Mungkin dampak masa lalu yang menyakitkan bisa saja masih tersisa di kehidupan seseorang. Pengalaman cinta yang buruk di masa lalu sering membuat seseorang merasa trauma dan memilih untuk hidup sendiri tanpa cinta. Usaha move on pun sudah dilalui tapi masih enggan untuk menjalani kehidupan cinta yang baru. Akan timbul pernyataan, “Saya bahagia kok walaupun jomblo, ada keluarga dan teman-teman yang selalu ada di sekeliling saya”.

Hal tersebut tentu saja tidak salah, boleh-boleh saja. Toh tidak ada yang melarang seseorang untuk menjadi jomblo atau tidak. Semua itu hak pribadi masing-masing karena kebahagiaan tidak hanya berpatokan pada status asmara saja kan. Namun yang perlu dihati-hati adalah, jangan sampai ketika kita menyatakan bahagia menjadi jomblo tapi kemudian mengeluh menjadi jomblo kesepian di lain waktu. hmm…

*******

Status asmara sebenarnya bukan sesuatu yang harus dimasalahkan berlarut-larut apalagi sampai membuat produktivitas kerja menurun. Jodoh dan pasangan nantinya akan datang pada waktu dan tempat yang tepat. Tugas kita hanya berusaha dan berdoa. Cari teman sebanyak banyaknya, berteman yang sehat dan jadi diri yang lebih baik. Jomblo itu bukan status yang buruk. Yang penting kita bisa memberikan yang terbaik di kehidupan dan di sekeliling kita. Menjadi orang yang mandiri dan bisa dibanggakan. Percaya deh, setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Suatu saat nanti akan ada masa dimana kita dipertemukan dengan jodoh yang terbaik.

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *