Premarital Check Up Before Saying ‘I Do’

Premarital Check Up Before Saying ‘I Do’

Coba tanya beberapa pasangan di sekitarmu, apa saja yang akan mereka persiapkan sebelum menikah? Daftarnya sangat panjang meliputi menyewa gedung, undangan, katering, dokumentasi hingga daftar destinasi bulan madu. Tapi hitung berapa banyak yang menjawab melakukan premarital check up. Jarang, ya?

Padahal kesehatan dalam khususnya organ reproduksi juga perlu ‘dipersiapkan’. Lazimnya, Premarital check up dilakukan minimal 6 bulan sebelum menikah. Serangkaian pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk memastikan kesehatan baik mempelai wanita maupun mempelai laki-laki, khususnya yang berkaitan dengan ada tidaknya penyakit menular, menahun atau yang dapat diturunkan dari kombinasi keduanya yang berpengaruh pada janin.

Kadang sehat secara fisik dapat menyebabkan kita lalai pada kemungkinan penyakit bawaan, warisan keluarga maupun penyakit lain yang berkemungkinan membahayakan diri sendiri dan sebaliknya pasangan. Beberapa pemeriksaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

Premarital Check Up Umum

  1. Tes Golongan Darah dan Rhesus Darah
    Tes golongan darah dilakukan untuk kepentingan transfusi darah bila diperlukan di kemudian hari. Sedangkan tes rhesus diperlukan untuk memeriksa kecocokan rhesus pasangan. Orang Asia normalnya memiliki rhesus positif, berbeda dengan Orang Eropa yang memiliki rhesus negatif. Persilangan kedua rhesus sangat berbahaya bagi janin dan dapat mengakibatkan keguguran berulang karena ketidakcocokan sifat darah.
  2. Tes Darah Tepi, Analisa Hemoglobin HPLC dan Badan Inklusi HbH
    Tes ini diperlukan untuk memastikan ada tidaknya penyakit darah keturunan, Thalassemia
  3. VDRL/RPR
    Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagin (RPR) adalah tes untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi penyakit menular seksual yaitu sifilis dan gonore. Selain berbahaya bagi penderita karena menyerang hampir seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan susunan saraf otak, janin ibu hamil yang terjangkit maupun tertular dapat mengalami keguguran, lahir mati ataupun hidup dengan gejala sifilis di kemudian hari.
  4. Tes Kesuburan
    Kesuburan pasangan biasanya berkaitan dengan kondisi psikologis, gaya hidup masing-masing individu serta keadaan rahim dan sperma. Bagi laki-laki akan dilakukan tes pada kuantitas dan kualitas sperma, sedangankan pada perempuan akan dilakukan tes kemampuan berovulasi.

Premarital Check Up Calon Mempelai Wanita

  1. USG
    Pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi, termasuk untuk mendeteksi kista, mioma, tumor dan keputihan. Kelainan maupun infeksi pada alat reproduksi yang berkemungkinan besar mengganggu dalam proses kehamilan, harus diobati terlebih dahulu.
  2. TORCH
    Pemeriksaan TORCH terdiri dari IgM dan IgG Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simpleks. Pemeriksaan TORCH dilakukan pada wanita karena walaupun tidak berdampak langsung terhadap penderita, apabila infeksi ini terjadi pada kehamilan, terutama trimester pertama, dapat menyebabkan keguguran atau kelainan kongenital janin.

Premarital Check Up Calon Mempelai Pria

Selain tes kesuburan sperma, pemeriksaan kromosom pada calon mempelai pria dilakukan untuk pengecekan kualitas sperma.

Prosedur Premarital Check Up

Calon pengantin wanita dan laki-laki datang dan mendaftarkan diri ke laboratorium atau rumah sakit terdekat. Biasanya sebelum dilakukan pemeriksaan, kedua calon pengantin berpuasa selama 12 jam, dan diperbolehkan minum air putih saja. Saat pemeriksaan dilakukan, urin dan darah masing-masing akan dikumpulakn untuk bahan pemeriksaan tes-tes di atas.

Foto utama: jeongyi.com

 

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *