Social Movement Pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah

Social Movement Pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah

Pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah
Pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah, manis ya dekorasinya? Foto: kapankamunikah.com

Pernikahan manis dan menjadi ajang ‘lucu-lucuan’ saat di foto memang menjadi budaya yang selalu ditunggu para tamu undangan. Makanan sedap di resepsi pernikahan menjadi satu target utama bagi tamu. Berjumpa dengan teman-teman lama jadi bonus dari setiap datang ‘kondangan’. Standar-standar “wedding’s dream” mulai dibentuk para orang tua yang terkadang menjadi beban tersendiri untuk para menantunya.

Gimana kalau kita melihat ‘resepsi pernikahan’ dari sudut pandang yang berbeda? Kembali menghargai setiap ‘nilai’ dari sebuah pernikahan sesungguhnya. Yuk, coba lihat pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah. Pasangan penulis yang aktif di Tumblr ini punya konsep yang berbeda, nggak sekadar lucu-lucuan, tapi ada social movement di pernikahannya.

Tim kapankamunikah.com nggak melewatkan hari pernikahan @kurniawangunadi dan @ajinurafifah pada September 2016 lalu dong pastinya. Selain pernikahan yang melibatkan social movement, kita bisa lihat kalau pasangan suami dan istri bisa berkolaborasi dalam berkarya. Bahkan saya yang paling males ‘bermimpi’ soal resepsi pernikahan karena nggak mau ribet (maunya akad nikah lalu makan-makan sekeluarga aja), jadi memandang lebih indah dan menghargai setiap makna ‘resepsi pernikahan’ karena pernikahan pasangan suami istri yang akrab dipanggil ‘Mas Gun’ dan ‘Mbak Apik’.

Jagalah pernikahan tetap pada sakralnya.

dekorasi pernikahan apik dan gun
Akustiknya juga dari teman-teman Mbak Apik sendiri. Foto: kapankamunikah.com

Begitu kata Mas Gun, pasangan ini ingin menjaga nilai-nilai yang ada dalam pernikahan. Mulai dari hal yang paling dasar dan menjadi pondasi seperti tujuan menikah hingga resepsi pernikahannya. Resepsi pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik memang nggak melibatkan wedding organizer, tapi melibatkan keluarga, teman dan tetangga.

Mas Gun dan Mbak Apik menceritakan tentang konsep pernikahan yang mulai ditinggalkan orang masa kini, tentang gotong royong keluarga, teman dan tetangga. Gotong royong yang membuat ketiga pihak tersebut ikut membantu, berjumpa menjalin silaturahmi, ikut serta dalam kebahagiaan pernikahan pasangan. Ada ‘pesan’ dan ‘nilai’ dalam proses mendekorasi, menyusun jadwal dan berbagai hal lainnya yang memang repot tapi silaturahmi yang tak ternilai dibandingkan sekadar praktis menggunakan wedding organizer. 

Buku ‘Menentukan Arah’ sebagai undangan pernikahan.

buku menentukan arah pernikahan apik dan gun
Undangan nggak lagi cuma buat manis-manisan, tapi kolaborasi karya. Foto: dokumen pribadi Mas Gun dan Mbak Apik.

Ada banyak konsep undangan pernikahan, tapi yang ini nggak kalah manis! Buku ‘Menentukan Arah’ ini berisi penyatuan visi misi atau pikiran dari Mas Gun dan Mbak Apik tentang pernikahan, memiliki anak dan masih banyak hal lagi yang seperti judulnya tentang ‘menentukan arah’. Nggak hanya sebuah buku kolaborasi, tapi di dalamnya terdapat undangan pernikahan. Mas Gun dan Mbak Apik nggak mau kalau banyak hal yang terkait dalam pernikahannya harus dibuang sia-sia.

Selain menjadi undangan, cetakan buku ini sengaja dilebihkan dan dijual untuk umum dengan harapan nilai-nilai yang dituang dalam buku bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang. Menariknya, cetakan pertama buku ini dijual dengan harga seikhlasnya, dana yang terkumpul dari penjualan buku didonasikan untuk kegiatan sosial.  Dari sebuah undangan yang umumnya hanya sebagai pemberitahuan, manfaatnya jadi lebih luas dengan buku satu ini.

Kalau kamu dan pasanganmu nanti, mau kolaborasi dalam hal apa nih, Gengs?

Jangan lupa bawa buku ke pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik.

Biasanya kalau mau datang ke pernikahan seseorang, kita repot sendiri dengan pakaian yang mau dipakai, make-up dan jangan lupa ‘amplop’nya. Rata-rata yang datang di resepsi pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik yang dikhususkan untuk teman-temannya masih mahasiswa. Daripada bingung memberi berapa, suami istri ini berinisiatif agar setiap tamunya membawa buku pendidikan untuk nantinya diberikan bagi yang membutuhkan.

Selamat lah bagi mahasiswa-mahasiswa yang bete kalau ditanya ‘kapan kamu nikah’ oleh pengantin tapi malah harus kasih amplop. Kalau kasih amplop ya kapan bisa nabung buat nikahnya, ya nggak? Hehehe.

Tapi, dekorasinya tetep manis, lho!

apik dan gun
Tetep nggak meninggalkan detail-detail manisnya. Foto: kapankamunikah.com
pernikahan kurniawangunadi
Tamu juga diajak memberi pesan untuk Mas Gun dan Mbak Apik. Foto: kapankamunikah.com

Memang banyak social movement yang ada dalam pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik, tapi dekorasinya tetep manis banget. Dengan tone peach, tamu bisa tetap berfoto-foto lucu sambil menulis pesan di kertas lace yang disediakan. Jangan lupa mendengarkan berbagai musik yang tentunya dari teman-teman Mas Gun dan Mbak Apik.

Kalau pengin tau lebih dalam setiap makna dalam pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik, kalian bisa lho baca tulisan mereka berdua di Tumblr-nya. Mas Gun: Menjaga Nilai Pernikahan (klik) dan Mbak Apik: Pernikahan Gotong Royong (klik).

Dari resepsi pernikahan ini bikin pengin banget segera nikah yang resepsinya berjalan dengan penuh makna nggak sih? Memulai babak baru dengan baik, penuh syukur dan penyamaan visi misi dengan cara yang super kreatif. Semoga pernikahan Mas Gun dan Mbak Apik terus menuai berkah dan membawa manfaat ke sekitarnya, ya!

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *