Pacaran dan Komitmen Udah, Tapi Kapan Nikahnya?

Pacaran dan Komitmen Udah, Tapi Kapan Nikahnya?

Kalau udah bertemu dengan dia yang membuat kita senang menghabiskan waktu bersama karena merasa aman dan tenang ketika di dekatnya, tertawa apa adanya di sampingnya dan merasa nyaman untuk berbagi keluh kesah bersama… siapa coba yang nggak pengin kalau dia lah yang akhirnya menemani hidup kita hingga rest of our life?

Hal ini lah yang membuat kita yakin untuk mengikat janji, 

“Aku janji terus sama kamu sampai kita menikah, sampai udah jadi kakek nenek dan punya cucu banyak.” 

Tapi nggak sedikit juga yang udah pacaran lama, bahkan kita sebagai temennya udah siap banget kalau tiba-tiba ada undangan pernikahannya.. eh kok tiba-tiba dia bilang, “Aku udah nggak ada apa-apa lagi sama dia.” Hmmm, gimana ya? Kok jadi ragu dan takut?

Eits, jangan khawatir! Bukan kapankamunikah.com kalau nggak bisa menghapus keraguanmu!

Udah serius dengan pacar? Keren! Nggak salah kok. Itu artinya kamu udah tau relationship goalkamu udah paham tujuan dari hubunganmu selama ini, bukan hanya kesenangan sementara. Kamu udah cukup dewasa! Tapi untuk menuju relationship goal ibarat tangga, perlu naik beberapa anak tangga untuk menggapainya. Sedikit lagi kok. Langkah-langkahnya adalah:

Jalani dulu sewajarnya

tips pacaran sampai menikah
Karena yang berlebihan biasanya nggak baik. Photo by mustardseedphoto.

Langkah pertama kamu belajar untuk menahan nafsu dan tulus. Banyak hal yang berujung jadi nggak indah hanya karena menomorsatukan nafsu, segala hal yang terburu-buru memang nggak baik. Dan rasa tulus yang lebih sering mengantarkan sebuah hubungan ke pelaminan, rasa itu pun bukan datang dari betapa seringnya upload foto berdua di media sosial, tapi dari hati kamu dan pacar.

Kalau kata Tere Liye di buku About Love-nya sih:

“Sejatinya rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan itu semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti pada diri sendiri apa memang sesuka itu.”

Karena (akan) banyak waktu yang perlu dilewati

tips langgeng pacaran
Tapi masih lama nih waktu kapan nikahnya… Photo from weddingku.com

Langkah kedua kamu belajar untuk realistis dalam memandang kehidupan yang menjadi bagian dari proses pendewasaan juga.

Entah dua, empat atau sepuluh tahun lagi menikah, lagi-lagi diajak berpikir dewasa bahwa memang harus berjuang dan bertahan dalam jangka waktu yang nggak sebentar. Akan banyak kebetulan-kebetulan yang terjadi, akan banyak orang-orang baru yang kita temui, akan banyak cerita-cerita yang membuat hidup kita berubah karena proses panjang tersebut. Bisa jadi lebih dewasa, lebih berpikir realistis dan masih banyak kejutan lain. Jadi keep calm, jalanin aja prosesnya, yakin deh setiap cerita dari kehidupan kita nggak ada yang didesain tanpa tujuan yang baik. 

Berdoa, sebut namanya

tips pacaran
Udah didoain belum si dia? Katanya pacaran komitmen menikah. Photo by Serenity Photoworks.

Langkah ketiga kamu belajar lebih tulus untuk mencintainya. Seberapa tulus mencintainya bisa dirasakan dalam doamu kok, apakah ketika mendoakannya ada perasaan tenang atau malah ada perasaan menggebu-gebu karena nafsu, maunya begini bukan begitu.

Jodoh memang ada di tangan Tuhan, misteri ini hanya Dia yang tau. Sebut namanya dalam doa kita, kalau jodoh semoga terus didekatkan, kalau bukan? Tenang! Berarti Tuhan sedang menyiapkan yang lebih keren!

Kalau pun akhirnya putus….

pacaran komitmen menikah
Tenang… itu artinya Tuhan menyiapkan orang yang lebih baik. Photo from ottmag.com

Dari ketiga tahapan pendewasaan tadi, kapankamunikah.com yakin kamu telah menjadi sosok yang lebih dewasa dalam memandang anugerah rasa cinta yang menjadi hak setiap orang. Kalau memang akhirnya sampai-di sini-aja.. yakinkan pada dirimu,

“Emang bukan jodoh kali ya, itu artinya.. ada calon suami/istri yang lebih keren yang telah disiapkan Tuhan.”

Langkah keempat kamu belajar ikhlas dan berpikir positif, mungkin memang ini jawaban dari Tuhan bahwa dia bukan dihadirkan sebagai jodoh. Tetap pelan-pelan, untuk mencari siapa calon suami/istri yang telah disiapkan tersebut. Jodoh nggak kemana kok, tenang aja. Semua akan indah pada waktunya, Tuhan mah gitu, selalu punya cerita yang keren untuk dipertemukan dengan jodoh yang sesungguhnya.

******

Ada orang-orang yang boleh jadi sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biaralah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh, dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kebaikan—Tere Liye 

Yang jelas, jangan pernah merasa salah kalau kamu udah pacaran komitmen menikah. Karena itu langkah awal yang keren! Tapi siapkan diri untuk menaiki beberapa tangga pendewasaan selanjutnya ya! Kalau udah siap, kapankamunikah.com pun siap menerima undangan pernikahannya, kok. Ditunggu!

Leave a Comment

comments

2 Comments

  1. Pokoknya maksud utamaku ini mau mengajak kalian para wanita untuk sadar dan teliti memilih pasangan hidup alias suami. Pacaran sih mungkin gampang, kalau nggak cocok ya putus, tapi kalau udah nikah? Masa mau cerai?

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *