Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Melamar Calon Istri

Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Melamar Calon Istri

Ada sebuah proses yang sama menegangkannya ketika sedang mengucapkan ijab kabul atau janji pernikahan. Apakah itu? Ya, ketika mau meminta izin kepada calon mertua agar si dia jadi milik kamu sepenuhnya alias proses melamar si cewek!

Momen penting ini hampir mirip ketika kamu sebagai cowok akan melamar pekerjaan. Bedanya melamar dengan  job interview adalah pada umumnya melamar lebih menyeramkan! Momen di mana laki-laki bertemu dengan laki-laki. Tapi tenang aja, ada beberapa step-by-step dan pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam proses melamar yang akan membantu kamu untuk mempersiapkan proses melamar si dia. Yuk ikuti tips melamar calon istri di bawah ini.

Kenali dulu calon mertua kamu

cara melamar pernikahan
Tahap pertama, ketahui dan kenali lebih dekat dulu siapa calon mertuamu. Photo from everlastingwedding.wordpress.com.

Ini yang paling penting, kamu harus tau apakah calon mertua yang akan kamu hadapi adalah orang yang sangat religius, ekstrim, garang, atau malah gaul banget. Selanjutnya yang harus kamu ketahui adalah background pekerjaannya, jadi kamu bisa memperkirakan apa aja pertanyaan yang akan muncul.

Kalau beliau memiliki background pendidikan yang bagus, maka jangan kaget kalau kamu akan lebih banyak ditanya soal pendidikan. Kalau beliau sangat religius, mungkin baginya nomor satu adalah agama. Atau beliau seorang wirausaha kreatif yang cukup asyik jika diajak berbicara, yang harus kamu siapkan adalah inovasi atau target-target ke depan yang kamu miliki.

First Impression is the key!

mempersiapkan lamaran pernikahan
Kamu bisa tiru cara dari Tulus nih, pakaiannya selalu formal tapi casual! Photo from genfm.com

Kesan pertama adalah kuncinya, ketika kesan pertama nggak bagus, maka perjuangan akan lebih susah. Pakaian jelas harus rapi dan nggak terkesan cengengesan atau meremehkan. Siapkan baju terbaikmu atau bahkan bela-belain beli baju terbaik hanya untuk melamar calon istri.

Setelah pakaian yang baik, jangan lupa attitude atau tingkah laku yang sopan. Mulai dari cara berbicara, pandangan yang teduh, cara duduk dan sikap menghormati. Perlakukan calon mertua seperti orang tua yang pada dasarnya ingin dihormati, dihargai, dan nggak suka melihat anak yang nggak sopan. Kalau pun kamu memiliki tato, agar tidak terlalu kaget di awal, sebaiknya gunakan pakaian yang bisa menutupi. Untuk momen penting ini, yang nomor satu adalah kesan pertama yang baik.

Pakaian dan sikap sudah teratasi, kalau kamu memiliki kesan pertama yang baik, maka bisa saja calon mertua nggak terlalu bertanya tentang, “Kamu punya apa?”

Ketika attitude bagus, yang lainnya menjadi nomor sekian. Calon mertua akan berpikir, “Pekerjaannya memang belum mapan. Tapi bagus, kok attitude-nya.” Beda kalau penampilan pertama kamu udah nggak sopan, pasti pertanyaan yang datang pertama adalah, “Anak siapa kamu?

Kenali dirimu lebih dalam

tips melamar dia
Kamu harus kenali diri kamu lebih dalam lagi sebelum berani melamar calon mertua. Photo from ridwanderful.com.

Tips melamar calon istri ketiga ini ada kaitannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul saat melamar calon istri. Sebelum akhirnya berani meminta izin ke calon mertua, kamu harus mengenali dirimu lebih dalam. Dari siapa dirimu sekarang, bagaimana keadaan keluarga sekarang, rencana pendek, dan rencana ke depan.

Untuk tahap ini, sangat diperbolehkan bila kamu terlalu berandai-andai ke depannya, karena sebenarnya yang orang tua butuhkan adalah: pandangan anaknya akan dibawa kemana. Calon mertua lebih ingin make sure bahwa anaknya akan bersama orang yang tepat. Tapi harus tetap dibuktikkan ke depannya meskipun pelan-pelan ya?

Pertanyaan yang pasti akan ditanyakan adalah: 1) Kamu siapa, 2) Sibuk apa? 3) Kuliah di mana? dan 4) Background orang tua.

Jangan sampai ketika calon mertua bertanya, “Rencana ke depan kamu apa?” Lalu jawaban yang keluar adalah, “Hehehe, lihat nanti aja, Om.” Itu jawaban yang salah besar, it is a big no! Kamu bener-bener harus tau siapa kamu sekarang, rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.

Boleh kamu sampaikan dengan, “Sekarang saya memang pegawai tetap di sebuah perusahaan ini, Om. Yah, memang gajinya belum seberapa. Tapi saya percaya ini bagian dari kerja keras. Satu tahun lagi, saya akan memperbaiki kinerja dan memiliki target untuk naik jabatan. Saya terus akan berusaha untuk memperbaiki dari segi finansial, religus saya pribadi juga, dan karakter saya pribadi.”

Atau kalau kamu seorang wirausaha, “Saat ini saya memiliki usaha mandiri, bergerak di bidang otomotif. Belum terlalu besar, karena memang sangat awal. Tapi satu tahun lagi, ketika kepercayaan dari konsumen sudah terbangun, saya akan memperluas jaringan ke beberapa tempat dengan sistem cabang di dalam kota mapun di luar kota.”

Kemampuan berbicara dan percaya dengan diri kamu adalah yang paling penting untuk meyakinkan ke calon mertua bahwa anaknya tidak ada di tangan yang salah. Jadi kembali lagi nih ke kamu sendiri, kamu sudah yakin bahwa bukan orang yang salah dan bisa bertanggung jawab dengan menjadi suaminya kan? Enggak perlu takut, persiapan yang baik serta keyakinan akan memudahkanmu, kok! Tahu-tahu, udah akad nikah aja, amin.

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *