Berkomunikasi Lebih Dalam, Bukan Sekedar Ngobrol

Berkomunikasi Lebih Dalam, Bukan Sekedar Ngobrol

Hampir semua orang tau kalau hubungan yang baik dibangun di atas tiga hal utama, communication, support, and trust. Semua juga paham bahwa kunci hubungan yang sehat adalah komunikasi yang  jujur dan terbuka. Tapi komunikasi nih sering dianggap sepele, alasannya ya karena saking seringnya kita sebagai individu melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Komunikasi kadang hanya dianggap sekadar bergantian berbicara dan mendengarkan lawan bicara. Padahal selain mengutarakan pendapat maupun perasaan kita, respon balik kita terhadap lawan bicara juga penting. Nah, sekarang coba ingat-ingat, sejauh dan sedalam apa, ya, komunikasi yang selama ini telah dilakukan bersama pasangan? Di bawah ini ada lima poin penting yang dapat meningkatkan kualitas dan memperdalam komunikasi dengan pasangan.

1. Small talk is as important as the deep one.

small-talks
Kebayang nggak, kalau ternyata obrolan ringan tentang acara televisi yang sedang kalian tonton, rasa makanan yang sedang kalian santap hingga membicarakan daftar belanjaan punya andil penting dalam hubungan kalian berdua?

Jangan salah, menurut Harry Stack Sullivan, seorang psikoanalis Amerika, justru detail kecil inilah yang membentuk pribadi pasanganmu. Jangan ragu menanyakan hal detail pada pasanganmu, it’s also a way to make you both getting closer and closer. Mungkin tidak akan banyak hal baru yang didapat, namun kamu akan bisa berkomunikasi dengan tulus dan menunjukkan ketertarikanmu pada pasangan. Perhatian atas hal kecil ini dapat membangun ikatan emosi yang lebih erat pada pasangan.

2. Share moments

berbagi-pengalaman
Tidak cukup hanya mendengar cerita pengalaman pasangan, buat momen kalian bersama! (Photo Credit: Everton Villa)

Penelitian dalam ilmu psikologi menjelaskan bahwa, kedekatan bisa muncul dengan berbagi pengalaman. Yang seru, berbagi pengalaman tidak hanya dapat diekspresikan melalui kata-kata, loh. Berbagi pengalaman juga berarti melakukan hal bersama-sama, misalnya mengendarai sepeda berdua, piknik, mengerjakan tugas; bahkan pengalaman yang baik maupun buruk sekalipun. Gandeng tangan pasanganmu. Kalau kamu bukan tipe yang suka menggandeng tangan, momen bahkan tetap dapat dibagi dalam keheningan. Kalau kata Mia Wallace dalam Pulp Fiction, “That’s when you know you’ve found somebody special. When you can just shut up for a minute and comfortably enjoy the silence.”

3. Dengarkan dengan seksama.

mendengarkan-dengan-seksama
Mendengarkan jadi hal yang esensial dalam berkomunikasi lebih dalam. (Photo Credit: Rachel Williams)

Merasa didengar merupakan salah satu hal yang membangun ikatan emosional seseorang. Tidak sekedar mendengarkan dan memberi respon seadanya (seperti ‘iya’, ‘hm’, ‘lalu’, dsb), tapi dengan benar-benar berusaha memahami apa yang diucapkan pasangan, atau yang disebut active listening. Understanding ditunjukkan dengan senyuman, dan juga respon atas kalimat baik persetujuan, pertanyaan maupun pertentangan. Ingat, tunggu pasangan menyelesaikan kalimatnya dulu ya sebelum memberikan klarifikasi atau menyampaikan ketidaksetujuanmu.

4. Ceritakan tentang dirimu, tapi jangan keterusan. 

komunikasi-lebih-dalam
Jangan sampai terlalu sibuk bercerita tentang diri sendiri sehingga lupa memberi kesempatan pasangan untuk berbagi juga, ya. (Photo Credit: Korney Violin)

Sudah barang tentu, komunikasi yang sehat adalah proporsi yang seimbang antara bercerita dan mendengarkan satu sama lain. Pastikan sama-sama mendapat kesempatan yang adil, ya.

5. Jangan mengasumsikan sesuatu. Jangan. Sekali lagi, jangan. 

jangan-berasumsi
Lebih baik ajukan pertanyaan ke pasangan. (Photo Credit: Jonathan Sicone)

Mengasumsikan kamu tau jawabannya adalah hal yang paling tidak disarankan. Ini juga hal yang sering membuat salah paham dan menimbulkan konflik sebenarnya tidak perlu terjadi.

Ternyata berkomunikasi lebih dalam dimulai dengan beberapa perubahan kecil dari cara kita berbicara dan menanggapi lawan bicara, ya. Hal-hal yang telah disebutkan di atas dapat sangat membantu dalam meningkatkan kualitas komunikasi kalian berdua. Ibarat rumah, suatu hubungan adalah rumah yang dibangun atas tumpukan-tumpukan batu bata yang dinamakan komunikasi. Semakin berkualitas komunikasi kalian, semakin kalian mengerti satu sama lain, maka semakin berkualitas juga hubungan kalian berdua.

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *