Jadi, Kapan Kamu Nikah?

Jadi, Kapan Kamu Nikah?

Sejak awal usia 20-an awal, pertanyaan ‘kapan’ mulai muncul menghantui kita dengan berbagai versi ya. Apalagi untuk pertanyaan kapan yang jawabannya masih susah diprediksi seperti, ‘Kapan lulus?’, ‘Kapan kerja?’ dan yang paling wahid ‘Kapan nikah?‘. Jangan marah waktu ditanya demikian, walaupun bisanya melengos sambil tersenyum. Menikah bukan perkara gampang yang bisa langsung diputuskan begitu saja, sih, ya. Tapi coba, kira kira kalian punya target menikah di usia tertentu, tidak?

Menurut Undang-Undang Perkawinan nomor 1 tahun 1974, dijelaskan bahwa usia legal warga Indonesia untuk menikah adalah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Dengan catatan, bagi yang menikah di bawah 21 tahun wajib menyertakan izin dari orang tua maupun yang ditunjuk sebagai wali. Perdebatan mengenai usia minimal perempuan menikah pernah muncul dikarenakan perempuan dengan usia di bawah 20 tahun dianggap belum siap secara fisik untuk melakukan kegiatan reproduksi. Tapi sayangnya, perdebatan ini berlalu begitu saja tanpa adanya ratifikasi UU tersebut.

Kemudian menurut BKKBN, pada tahun 2010 usia rata-rata pertama kawin (Singulate Mean Age at Marriage/SMAM) di Indonesia adalah 22,3 tahun. Ini berarti, rata-rata dari wanita Indonesia pada tahun tersebut memutuskan untuk menikah di usia 22 tahun. Mengapa respondennya hanya wanita? Karena SMAM cenderung berkaitan dengan usia reproduksi, angka kelahiran, rasio anak dan pertumbuhan penduduk, maka sensusnya hanya diterapkan pada wanita.

KAPAN
Jadi, yang mana usia ideal kalian untuk menikah?

Beberapa waktu yang lalu, tim Kapan Kamu Nikah melakukan sebuah survey kecil mengenai hal ini. Dari 150 responden, ternyata baik laki-laki maupun perempuan mayoritas memilih jangka umur 24-27 sebagai usia ideal untuk menikah, loh. Kemudian di peringkat kedua, 26 dari 109 koresponden perempuan serta 8 dari 41 koresponden laki-laki memilih jangka usia 20 hingga 23 sebagai usia yang mereka inginkan untuk menikah. Sisanya memilih usia yang lebih matang, yaitu di atas 28 tahun dan tidak ada koresponden yang memilih usia 19 ke bawah sebagai usia ideal untuk menikah.

Berbagai alasan melatarbelakangi kita dalam memilih usia ideal untuk menikah. Salah satunya adalah kondisi ataupun target yang diharapkan terjadi pada kita di usia tersebut. Ada empat life phase yang kemudian mendeskripsikan usia-usia tersebut. Berbanding lurus dengan mayoritas usia ideal menikah, kondisi sudah mendapatkan pekerjaan ternyata juga menempati peringkat pertama dalam hasil survey. Pada usia 24 hingga 27, rata-rata dari kita sudah menyelesaikan kuliah dan sedang semangat-semangatnya bekerja dan merintis karir.

Tapi jangan salah, ada yang memilih untuk menikah saat masih berkuliah juga, kok! Yang menarik, 18% responden perempuan memilih untuk menikah seusai wisuda. Sedangkan hanya 2% responden laki-laki yang memilih untuk menikah di usia tersebut. Yang lainnya memilih untuk menikah saat sudah memiliki kemapanan. Terlepas dari hal tersebut, interpretasi agama, tingkat pendidikan, kesehatan serta kondisi ekonomi, sosial dan budaya juga mempengaruhi kita dalam memilih usia untuk menikah.

Menikah di usia muda ataupun menikah di usia matang pada akhirnya bukan yang paling penting. Pilihan yang terbaik adalah menikah dengan perencanaan yang matang dan waktu yang tepat bagi masing-masing individu. Jadi kalau pertanyaan ‘kapan kamu nikah’ datang, bisa dijawab,

“Masih direncanakan matang-matang ;)”

Foto utama: morden.co

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *