Kenapa Seorang Ibu Harus Pintar?

Kenapa Seorang Ibu Harus Pintar?

Masih ada anggapan ‘ngapain harus sekolah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya jadi ibu rumah tangga’ belum hilang lho!

Ternyata ada yang masih berpikir kalau nantinya dilarang suami bekerja, mending belajar masak dan segala hal yang terkait dengan ‘pekerjaan-rumah-tangga’. Sebagai anak muda yang harusnya lebih memiliki pemikiran terbuka, yuk kita cari tahu kenapa sih sebenarnya jadi ibu harus pintar dan nggak hanya perlu belajar memasak serta mendidik anak.

Nilai plus untuk para lelaki

sherina munaf
Siapa yang tak kenal Sherina? Udah bisa nyanyi, sekarang lagi kuliah di Jepang! (Pict: bintang.com)

Jangan dikira para lelaki hanya mencari ‘cantik dan sexy’ untuk menjadi istri idamannya. Zaman yang terus berubah membuat para lelaki lebih ‘membuka mata’ bahwa kalau dia mendapatkan istri yang hanya ‘cantik dan sexy’ namun tidak memiliki kecerdasan, dia tidak akan mendapatkan istri yang hebat. Tahu kan pepatah di balik laki-laki sukses ada perempuan hebat di baliknya?

Cerdas bukan hanya soal akademis saja lho, cerdas menguasai emosi diri pun tak kalah pentingnya. Kalau sudah didukung dengan ilmu pengetahuan yang dikuasai dan wawasan yang luas, seharusnya nih secara otomatis sikap, pembawaan diri, cara memberi keputusan, mengontrol masalah dan tentunya mendukung dengan cara yang baik suaminya kelak.

Baca juga: Sebelum Menikah, Belajar Mengontrol Dulu Emosi Yuk

Mendidik anak akan semakin banyak tantangannya

ghaida tsurayya
Ghaida Tsurayya, pengusaha satu ini terus belajar mendidik anak meski punya banyak kesibukan. (Foto: id.techinasia.com)

Salah satu alasan kenapa jadi ibu harus pintar karena pada akhirnya semua wanita akan harus mendidik anaknya. Mendidik anak juga gampang-gampang susah lho, kalau nggak ada ilmunya pasti kesusahan. Apalagi dalam mendidik anak nggak kenal kata remidial! Kalau udah salah langkah di awal, susah banget memperbaikinya.

Sekarang aja kita sering membatin akan, “Ya ampun anak zaman sekarang makin gak bener, ya?” Jangan takut, kecerdasan menjadi modal utama. Kalau sudah memiliki kecerdasan, kita akan bisa lebih berpikir dewasa dan mau mencari tahu tentang bagaimana mendidik anak yang baik bukan sekadar asal mengikuti pemikiran dan paradigma lama tentang bagaimana seharusnya mendidik anak.

Udah seharusnya wanita pintar nan cerdas sadar bahwa generasinya dengan anaknya jauh berbeda, sehingga harus memiliki cara yang perlu disesuaikan. Anak-anak yang hebat berawal dari ibu yang nggak kalah hebatnya, wajib jadi super mom, deh!

Bendaharanya keluarga ya harus cerdas, dong! 

keuangan rumah tangga
Bukan sekadar berpikir seminggu ke depan harus makan apa. (Pict: mag.co.id)

Bukan hanya sekadar mengatur keuangan keluarga, tapi seorang ibu harus lebih peka dengan kebutuhan lain keluarganya dong. Bukan hanya ngurusin belanja bulanan dan makan apa aja seminggu ke depan. Wanita yang cerdas akan terus think forward atau berpikir ke depan tentang apa yang seharusnya dibeli, apa sebaiknya mulai investasi demi masa depan anaknya dan kebutuhan apa saja yang nggak hanya penting untuk sekarang, tapi masa depan juga. Semuanya gak akan kita pahami jika hanya berkutat dengan urusan rumah tangga, banyak membaca dan membekali diri dengan ilmu pengetahuan jadi salah satu solusinya.

Tiga hal utama di atas lah yang menjadi alasan paling kuat meskipun semua wanita akan ibu yang mengurus anak dan rumah tangga, tetap harus pintar nan cerdas. Kalau begini rasanya gak boleh banyak alasan untuk malas kuliah atau baca lebih banyak buku!

Yuk mencerdaskan diri, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk masa depan. Siapa tahu, dari rahim kita lah akan ada penerus bangsa yang gemilang, atau jangan-jangan anak kita lah yang menjadi presiden Indonesia selanjutnya!

Foto utama: media.iyaa.com

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *