Sudah Pernah dengar Awal Mula Bulan Madu?

Sudah Pernah dengar Awal Mula Bulan Madu?

Ada yang sudah kebayang ingin bulan madu di mana, tapi belum kebayang menikah sama siapa?

Bulan madu dalam tradisi pernikahan di Indonesia memang bukan hal baru lagi, ya. Biasanya pasangan baru memilih untuk mengunjungi suatu tempat untuk menghabiskan waktu hanya berdua tepat setelah acara pernikahan. Berbagai konsep dan tempat wisata baik domestik maupun luar negari masuk dalam daftar pilihan destinasi. Dari liburan mewah ke luar negeri sampai perjalanan singkat di kota sendiri. Tapi tunggu dulu, tahukah kalian bagaimana awal mula tradisi bulan madu?

Bulan Madu Berkonsep
Bulan madu ke luar negeri dan berkonsep seperti yang dilakukan Andien dan Irfan Wahyu Prihutomo (Ippe). (Foto: Andien Aisyah)

Tradisi berlibur untuk pengantin baru ini bukan merupakan tradisi yang berasal dari Indonesia. Sama halnya seperti bridesmaids & bestman, bridal shower, baju gaun, tudung dan jas yang digunakan pengantin; bulan madu diadaptasi Indonesia dari budaya luar. Ternyata kebiasaan ini mulai muncul dan lazim dilakukan sejak abad 19 di Inggris. Sangat berkebalikan dari bulan madu yang kita kenal sekarang,  pada zaman itu yang melakukan bulan madu bukan untuk pasangan suami istri yang baru menikah, melainkan beserta seluruh keluarganya, lho! Kok bisa? Kegiatan berpergian pasca menikah tersebut dikenal sebagai bridal tour karena dimaksudkan untuk mengunjungi keluarga yang tidak dapat hadir pada acara pernikahan. Wah, pengantinnya harus sabar-sabar dulu ya, untuk menikmati waktu berdua. Tradisi bridal tour ini kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Eropa. Orang Perancis menyebutnya voyage à la façon anglaise atau perjalanan a la Inggris. Terdengar seru, ya?

Eits, tunggu dulu. Ternyata ada versi lain dari asal mula bulan madu yang tidak semanis madu. Mitos bulan madu di beberapa negara Nordik (Skandinavia, Finlandia dan Islandia) ternyata dikaitkan dengan tindak penculikan. Pada zaman itu, para pengantin laki-laki menculik pengantin wanitanya terlebih dahulu. Mereka menculiknya selama berbulan-bulan hingga keluarga pengantin wanita berhenti mencari si pengantin tersebut atau bila pengantin wanita hamil, sehingga pernikahan tidak mungkin dibatalkan. Wah, sedih, ya.

Mari mundur lebih jauh lagi untuk melihat dari mana asal kata bulan madu alias honeymoon muncul. Walaupun asalnya belum pasti, berbagai budaya menggunakan kata ‘madu’ dalam mendefinisikan fase yang terjadi tepat setelah pernikahan. Yang terlama adalah istilah hony moone di Inggris pada tahun 1546. Secara etimologis, dijelaskan bahwa bulan pertama dalam pernikahan adalah bulan yang paling manis untuk kedua pengantin baru.

Bulan Madu
Mumpung ada kesempatannya, banyak-banyak merencanakan berbagai kegiatan menyenangkan bersama bisa menambah kualitas hubungan. (Foto: Sabai Dieter Morsheck)

Lagi-lagi hal ini malah mengingatkan bahwa pernikahan tidak selalu yang indah-indah saja. Akan ada berbagai masalah dan rintangan yang akan dihadapi setelah Namun tidak ada salahnya menciptakan satu momen yang sangat indah dalam memulai perjalanan panjang pernikahan, kan? Sehingga di masa mendatang, di saat-saat sulit ada yang bisa mengingatkan seberapa besar kasih sayang yang kamu punya untuk pasangan di awal kisah kalian.

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *