Bagaimana Sejarah Pre-wedding?

Bagaimana Sejarah Pre-wedding?

Apa yang sering dilakukan para pasangan selain mempersiapkan pernikahan itu sendiri? Yups, foto prewedding. Bagaimana sejarah prewedding dan dari mana asal muasal budaya prewedding?

Prewedding sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat jaman sekarang, justru sudah menjadi bagian dari ritual sebuah pernikahan. Walaupun Arbain Rambey sebagai fotografer senior pernah mengritik idiom Pre Wedding sebenarnya salah kaprah. Pasalnya, dalam bahasa Inggris sebenarnya adalah Pre Wedding Photography yang kemudian berubah jadi prewedding atau prewed. Akan tetapi, tidak terlalu menjadi masalah karena dalam kaca mata linguistik Prewedding merupakan serapan dan wujud impor bahasa.

Di Indonesia foto prewedding bukan hal baru lagi. Justru penggunaan bahasa yang salah kaprah itu berasal dari Indonesia. Dalam dunia fotografi luar negeri, tidak ada istilah pre wedding photography, melainkan wedding photograpy. Secara teoritis orang Barat mengenal istilah ini sebagai Engagement Photo. Enggagement photo adalah kegiatan memotret pengantin saat pernikahan dilangsungkan, serta pose pengantin setelah acara pernikahan dilangsungkan. Baik di dalan studio ataupun di luar studio. Tentunya berbeda dengan fotografi prewed di Indonesia yang memotret calon pengantin untuk keperluan detil pernikahan. Seperti sampul surat undangan, perlengkapan souvenir atau hanya sebagai kenangan untuk masa tua nanti.

Sejarah PreWedding

Foto prewedding mulai marak dan dikenal oleh masyarakat di era tahun 1990 an. Saat dimana industri fotografi di Cina berkembang pesat dan memasuki era keemasan. Pasca terbukanya sistem Ekonomi Cina di tahun 1990 an, dari yang sangat Komunis bergeser menjadi sedikit lebih Kapitalis.  Saat itu Cina kebanjiran produk Elektronik dari negara Jepang, Korea dan Taiwan. Antusiasme investor membludak dikarenakan Production Cost yang cukup murah (terutama birokrasi dan ijin usaha). Tak heran merekapun berbondong-bondong untuk membuat pabrik Elektronik di Cina.

sejarah prewedding
Pict: eun-gi.com

Lahirnya sejarah prewedding masih ada hubungannya dengan sinetron asia yang sangat booming tahun 1990 an.  Meteor Garden. Bersamaan dengan meluapnya industri fotografi, di wilayah asia timur sedang gencar dengan sinetron asia berbau percintaan seperti meteor garden dan sinetron asia timur lainnya. Sebagian besar iklan dari sinetron tersebut menggunakan media promosi seperti poster dengan menampilkan berbagai pose mesra pasangan. Saat itu, industri hiburan di Cina sangat yakin kalau drama itu akan menjadi influence di seluruh dunia terutama asia. Ide untuk membuat poster sebagai media promosi adalah hal menarik, berbeda dari promo drama pada umumnya yang selalu membuat video trailer. Hasil poster dan fotonya pun pada saat itu masih menggunakan pengolahan dan properti yang sederhana. Begitulah sejarah Prewedding/ Engagement Photo.

Pict: zahraartproduction.com
Pict: zahraartproduction.com

Tidak ada yang tau jelas siapa orang pertama kali yang mencetuskan konsep prewedding photography ini. Ada sebuah artikel yang menceritakan tentang seorang fotografer yang mendapatkan job dari pasangan muda mudi asal Hongkong. Fotografer itu ditugaskan untuk memotret dengan konsep pernikahan yang berada di Las Vegas. Sesampainya di Las Vegas sang fotografer terkejut karena yang dia foto bukanlah sepasang pengantin atau pasangan yang sudah menikah, melainkan pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan.

Beberapa tahun kemudian muncul sebuah artikel tentang Asian Prewedding yang menjadi trending topik di beberapa sosial media. Setelah diperhatikan ternyata itu merupakan hasil foto sang fotografer yang diambil saat pemotretan pasangan muda asal Hongkong beberapa tahun yang lalu. Setelah kejadian trending topik tersebut, sepanjang tahun sampai sekarang sang fotografer banyak permintaan foto prewedding baik di dalam maupun luar asia. Akhirnya konsep foto prewedding menjadi pasar yang besar bagi sang fotografer.

Disisi lain ada artikel yang menerangkan tentang pemotretan prewedding digunakan oleh kalangan kelas atas seperti royal wedding bangsa Eropa. Kalangan atas membuat konsep prewedding bertujuan untuk membuat sebuah acara pernikahan seperti sebuah acara Premiere Film.

Sejarah prewedding melekat erat dengan negara Cina, konsep tersebut berkembang pesat dan menjadi bisnis yang menjamur. Bahkan dikatakan bahwa industri fotografi di Cina sudah merambah ke kalangan menengah ke bawah. Tidak hanya untuk kalangan menengah keatas saja. Dari Cina prospek bisnis prewedding photography mulai berkembang di Taiwan, Hongkong, Jepang, hingga akhirnya sampai di negara kita Indonesia.

Lalu bagaimana dengan negara barat wilayah Eropa dan Amerika?. Di negara barat sudah mengenal tradisi prewedding photography, bisa dilihat di beberapa majalah dan buku fotografi disana. Tapi istilah tersebut lebih dikenal engagement photo. Jika diperhatikan lebih teliti lagi, ada perbedaan yang sangat signifikan dari konsep foto-foto mereka. Orang barat bisa dibilang tidak pernah menyewa fotografer khusus untuk sebuah foto prewedding, karena mnurut mereka foto adalah sebuah karya seni. Karya seni yang bagus tidak akan pernah murah, berbeda dengan di negara kita yang biaya fotografer untuk sebuah prewedding bisa dikatakan terjangkau tergantung paket yang ditawarkan.

Sampai saat ini masih belum diketahui siapa sebenarnya orang pertama yang mencetuskan foto prewedding, tapi berdasarkan beberapa artikel, tradisi prewedding awal mula tumbuh di negara Cina. Karena menjamurnya bisnis tersebut sampailah pada negara kita. Sampai sekarang prewedding menjadi bagian dari ritual pernikahan itu sendiri. Prewedding photography sudah bukan hal baru di era yang serba digital ini tentunya.

Foto utama: thepotomoto.com

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *