#KKNReport: Tren Pernikahan 2016

#KKNReport: Tren Pernikahan 2016

Ternyata tidak terasa, ya, sudah masuk bulan kedua tahun 2017. Tapi masih boleh ‘kan membahas mengenai tren pernikahan 2016?

Kabarnya, 2016 menjadi tahun yang sangat ‘bercanda’ –in a very sarcastic way, alias penuh kesedihan dan ironi. Tapi nampaknya hal tersebut tidak terjadi di semua lini. Banyak cerita-cerita seru dan menyenangkan mengenai pertunangan dan pernikahan di tahun 2016. Yuk, mari mengingat bersama, kira-kira hal apa yang in banget dilakukan dan jadi tren pernikahan selama 2016!

Buat saya pribadi, pengamatan tren pernikahan ini lebih banyak dilakukan via scrolling instagram feeds, karena di tahun 2016 sangat bisa dihitung berapa pernikahan teman-teman dan kolega yang saya hadiri. (Mungkin pernikahan malah belum jadi tren untuk kalangan teman-teman saya yang usianya rata rata pertengahan 20, yah. Haha). Tren yang paling saya rasakan meningkat dalam penggunaannya tahun lalu adalah tren tagar/hashtag terkait acara, alias wedding hashtag.

Moments-to-Remember-Jun-and-Tian

Berbagai tagar acara pernikahan bertebaran di feeds instagram; dari tagar pernikahan selebritis hingga masyarakat umum. Dari #HarveySandraWedding, #SamuelFrandaWedding, #MomentstoRememberJunandTian (waduh panjang banget, ya), sampai #dorigamastory. Walaupun tidak dimulai sejak 2016, wedding hashtag ini rasanya mulai umum digunakan di tahun kemarin ya. Coba ingat lagi, hashtag-hashtag apa yang kamu atau teman-temanmu gunakan tahun lalu?

Masih berhubungan dengan yang viral-viral, ada lagi yang cukup jadi tren di 2016. Video dokumentasi pernikahan yang juga sebenarnya sudah eksis sebelum 2016, semakin meroket popularitasnya semenjak adanya tren VLOG. Saya yakin, pasti langsung muncul bayangan vlog edisi pernikahan yang pernah kalian lihat, yah? Dan lagi-lagi, bukan cuma vlogger terkenal dan artis aja yang membuat wedding vlog. Saya sempat nih, datang ke suatu pernikahan yang lumayan besar dan acara persiapan pernikahan sampai acara siraman dan hari H-nya dibikin dalam bentuk format vlog dan diunggah di YouTube, (yah walaupun setelah acara pernikahan, akun YouTube mereka jadi vakum. Haha). Saya sendiri bukan tipe yang suka menonton vlog, tapi melihat sekilas video-video pernikahan itu rasanya jadi ikut berbahagia (padahal siapa juga nggak kenal x’’)).

Vlog Bena X Vendryana

Katakanlah, apa-apa yang terjadi di 2016 sangat mudah menjadi viral. Begitupun (acara) pernikahan. Momen tersebut sangat dimanfaatkan oleh vendor-vendor pernikahan, karena artinya mereka lebih mudah untuk mendapatkan jasa promosi dan sounding ke target yang lebih luas. Gila, ya memang, media sosial.

Lanjut dari highlight saya mengenai tren pernikahan 2016, kita ngobrolin mengenai beberapa detail kecil lainnya ya. Saya rasa, tahun 2016 di Indonesia, beberapa acara pernikahan cenderung menggunakan adat/tradisional dengan fussion tema modern. Meninggalkan kesan kaku dalam pernikahan a la adat, sering kali pengantin memasukkan beberapa kesan modern baik di dekorasi, aksen baju pengantin hingga makanan hidangan. Tapi coba tebak, fussion tradisional x modern apa yang paling terlihat, hayo? Kalau kamu menjawab bridemaids, maka jawabanmu benar, hehe. Malah di beberapa pernikahan yang saya hadiri di tahun kemarin, pengantin dan bridemaids-nya sama-sama mengenakan kebaya dengan bawahan jarit batik.

Acha-Bridesmaid

Pilihan warna kebaya dan gaun bagi pengantin perempuan juga masih cenderung ke warna putih. Warna pastel misalnya biru, ungu/lavender dan pink pastel menjadi dominasi pilihan warna kebaya, jas dan juga warna ornamen/dekorasi pernikahan. Beberapa tema terkait dekorasi dan venue pernikahan masih didominasi oleh tema klasik (tradisional), modern minimalis dan outdoor/garden themed.

Putri Titian's-Wedding-Venue

Yang nggak boleh dilupakan, foto-foto pre-wedding yang sangat multifungsi untuk mengisi space di undangan nikah, materi sounding di sosial media sekaligus menjadi pajangan dekorasi saat acara pernikahan. Foto pre-wedding ini hampir naik level ke check-list wajib pernikahan. Tema foto pre-wedding biasanya disesuaikan dengan kepribadian dan tingkat kreativitas pengantin. Tren busana yang dipilih untuk pre-wedding cenderung ke casual/tematik.

Menurut saya, di tahun 2016 banyak tema-tema dan detail pernikahan yang seru untuk diikuti. Entah karena mulai banyak opsi-opsi pernikahan yang lucu dan unik, karena lebih mudah amati lewat media sosial atau karena memang sudah umurnya untuk diundang-undang ke acara pernikahan, mengamati setiap detailnya untuk persiapan bagi-bagi undangan di beberapa waktu mendatang. Eh, bukankah begitu, ya? Hehehe.

 

Leave a Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.
Required fields are marked *